Skip to main content

novel oh novel......

sebelumnya gw pengen bilang happy new year to all. semoga tahun depan menjadi tahun yg baik untuk kita. amin. ok back to the story. baru kali ini gw nulis judul sesuai dengan yg pengen gw tulis. udah setahun gw bikin novel (mulai 2009 sekarang 2010). sebenernya inti novelnya sih tentang kehidupan seorang penulis novel bernama Rio yg novelnya belum pernah di terima penerbit manapun. kehidupannya itu gak jauh beda dari kehidupan anak2 muda jaman sekarang yg tinggal tidak bersama orang tuanya yg berarti dia harus mandiri. mandi sendiri,tidur sendiri,makan sendiri,masak sendiri, semuanya sendiri. suatu hari (sebenernya gw ceritain ini di awal novel.) dia bertemu dengan seorang yg sangat cantik dan baik. namanya Winda. dan gitu deh. kan gak seru kalo gw ceritain sekarang. silahkan beli novel itu ketika sudah terbit di toko barang2 bekas terdekat. ingat membaca buku ini dapat menyebabkan kanker,gagal janin,impotensi, dan penyakit2 yg gak ada hubungannya dengan buku ini. (lebay mode on). ok, sekarang gw lagi pengen cerita tentang kehidupan gw. back to the real life. emang sih novel gw agak2 gak jelas jenisnya. antara novel roman remaja, novel misteri atau mungkin kertas bungkus martabak. dan entah kenapa setiap gw bikin novel itu pasti bawaannya males. mudah2an novel gw bisa cepet selesai trus gw terbitin. amin.

biasanya kalo gw dah paragraf baru berarti cerita gw selesaikan? sekarang tidak. gw bakal merubah sejarah. paragraf baru berarti cerita baru. tahun baruan kemarin gw rasa gak senikmat dulu. kalo dulu tahun baruan kita seneng2. pergi2 ke mall, jalan2 entah kemana. tapi tahun ini gw rasa lain. gw cuman di rumah. barbeque-an sama keluarga dan main kembang api (catet kembang api, bukan petasan. kalo petasan itu gak bagus. bahaya. bikin orang gak bisa tidur. laper. itu yg gw rasain sekarang. oh ya, sebelum kita berpisah. gw pengen cerita. kayaknya gw itu anak paling gak gaul di skolah gw. gw baru tau tentang raditya dika a.k.a kambing jantan itu setelah gw nerbitin postingan pertama gw di sini. kampungan bgt ya. (siapa juga yg bilang lo gaul. ry ry......). ok. dengan keadaan inet gw yg bolak balik down. sebaiknya gw akhiri ini dengan segera. ok. good bye and see you later.......

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...