Skip to main content

Posts

My Eternity, My Torment, My Salvation

This is a series of poetry that I write about someone. I will publish it when I'm ready and the story has (at least what I thought) a clear ending. Hope you enjoy this. Aku (Sesali) Malam Itu Hujan tipis membasuh di Januari Sisa kesedihan Desember yang belum urung Andai aku lebih menyiapkan diri Mungkin aku tak lagi terkurung Andai aku bisa bertemu kamu dahulu kala Tidak akan seindah bayangan ku memang Setidaknya yang tersisa di diriku masih layak untuk dibaca Tidak untuk dimaklumi tapi setidanya tidak gamang Andai aku tahu cerita mu lebih lengkap Tidak perlu setiap menitnya, cukup hari ke hari Sepertinya aku bisa melangkah lebih tegap Tidak untuk menerobos benteng hati yang gagah berdiri Andai aku mendengar mu lebih jelas Tidak samar-samar karena fungsi telinga ku yang kurang Seharusnya indah suara mu terekam lebih tegas Tidak untuk diajak bicara setiap hari, hanya menyuarakan setiap pesan yang datang Andai aku tidak terlalu fokus dengan aku Tidak bergantung situasi untuk menelaah...
Recent posts

The Summer Fling that Last Forever

I believe most of us (or at least my reader here) have already watched (500) Days of Summer. I remember when the movie got released, I was in Singapore as an exchange students during my Junior High School years. My house buddy, Chen, has been repeatedly (and maybe religiously) watched it on the cinema every weekend. He can't stopped talking about how he felt Tom and how shitty Summer is. My 14 y.o.-self can only agrees and moved on with other conversation, because as far as I'm concerned back then, loving someone shouldn't feel shitty. Oh.... how wrong I am.... For you who may have forgotten the plot, the story is about Tom, a hopeless romantic guy with quarter-life crisis that stuck on a not-so-rewarding job of being a copywriter for a greeting card company (yes people used to exchange card for saying somethings, I still do tho), who met Summer, a new secretary in the company that never believed in love nor she ever felt one. The movie explore their journey of meeting each...

Menghadapi Ketakutan di Tengah Reruntuhan

 Sekelilingnya dipenuhi semak belukar. Sesekali tanah longsor menutupi jalurnya. Hilang sudah akar-akar pohon yang dulu menjaganya. Bersamaan dengan gugurnya naungan daun-daun di atasnya. Aliran sungai Aquarius tak selalu sama. Kadang kala deras dan berbahaya. Sering kali terbendung hingga seperti kering. Namun ada kalanya dia tenang dan aman. Aquarius pernah hilang arah. Erosi mengikis badannya dan menggesernya jauh ke tempat yang tak seharusnya. Dulu dia tak tahu kemana dia akan bermuara. Gunung dan batu-batu besar di hulu kadang terbawa oleh alirannya dan merusak rumah yang berada di sekitarnya. Hilirnya dangkal terisi endapan tanah yang dibawanya sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya tertutup rapat dan dia terpaksa berubah haluan. Dari kejauhan, hentakan kaki terdengar lirih. Tertatih-tatih. Masih gagah berdiri, Sagitarius menatap tajam ke arah sungai Aquarius. Di kepalanya bermunculan seribu pertanyaan. Apakah sungai ini bersih? Apakah airnya aman diminum? Apakah cukup untuk m...

Meratapi Pemikiran dalam Peti Selebar Bahu

 Tidak banyak ruang untuk bergerak. Mayoritas berisikan bantal!bantal empuk untuk membuat tubuh ku nyaman. Hangatnya kain yang menyelimutiku tetap tak mampu mengalahkan dinginnya ujung-ujung jemari ku yang biru. Aku mempertanyakan mengapa ku berakhir disini. Bukan tentang sebab tapi terkait waktu. Benar kata orang, bahwa manusia yang buruk pergi dengan penuh penyesalan. Aku tak berhasil menjadi apa-apa yang ku inginkan. Hanya menjadi bagian mesin raksasa kapitalisme yang berputar karena harus, bukan karena mau. Aku memikirkan mu. Apakah kamu menyesal pernah mengenalkan? Dengan segala hal hina yang melekat pada diri ku, mengapa masih dapat kau yakin bahwa aku bisa menjadi sesuatu. Dari semua hal yang ku takutkan, tak pernah aku takut aku kecewa, karena memang selalu begitu adanya. Tapi yang aku takutkan adalah aku menyakiti mu karena aku tak bisa menjadi apa yang kamu pikirkan aku mampu. Dan pandangan ku terbatas tak sampai 30cm ke atas. Peti yang luas ini seakan menghimpit napas ku...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...

Tentang Perasaan Takut yang Menghantui Malam

Jika ditanya apa yang membuat ku takut, aku takut aku menjadi sesuatu yang aku tidak pernah bayangkan. Sosok besar yang terus menatap dari sudut ruang berwujud samar bernama kesalahan. Aku menatap dengan sensasi familiar yang sulit aku jelaskan. Aku mengenalnya walau asing, seakan terlalu lama rutinitas ini terjadi hingga terasa aneh jika tidak demikian. Aku berusaha memahami mengapa dia disitu. Terdiam tertunduk sambil terus melafalkan yang ada di masa lalu. Tak peduli baru kemarin atau sudah sewindu. Tragedi demi tragedi yang memahat diri ini menjadi aku. Sulit rasanya memisahkan antara aku dan dia. Karena memang sejatinya hanya ada satu raga. Setiap pilihan dan keputusan yang diambil sudah melalui proses berpikir yang panjang dan nyata. Namun memang penyesalan datang setelahnya. Aku binatang. Buas dan jalang. Terbentuk dari ribuan cacian yang malang melintang. Melintasi hari dengan segala keresahan dan hati yang bimbang. Bagi ku, kehadiran ku tak ayalnya barang antik yang usang. Set...

Percakapan Tengah Malam

 Heyyy, ada banyak sekali hal yang ingin aku tanyakan kepada mu tapi ini akan terasa seperti interogasi. Tapi, nampaknya, aku sudah terlanjur jatuh hati. Jangan tanya kapan dan bagaimana itu terjadi. Aku pun lupa urutan kejadian yang kita lalui. Apa yang kamu usahakan? Benar-benar dari kamu? Atau karena dipaksa? Kamu aslinya ingin apa? Kalau boleh memilih, apa yang akan kamu tinggalkan? Kalau waktu bisa kamu putar, apakah kamu akan pilih jalan yang sama? Kenapa? Aku sangat ingin bisa membantu mu. Meniti jembatan kecil yang sulit dan sempit hanya untuk menyentuh hati mu. Bergandengan beriringan menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Menghadapi sisi kekanak-kanakan kita yang belum terobati lukanya. Melalui rintangan demi rintangan yang Tuhan persiapkan untuk kita sebagai ujian yang kelak akan membuat kita sadar bahwa itu semua memang harus dilalui walau berat sebenarnya. Aku melihat bibir mu tersenyum, tapi mata mu sayu. Seakan kesedihan mu bisa kamu sembunyikan dengan sentuha...