Heyyy, ada banyak sekali hal yang ingin aku tanyakan kepada mu tapi ini akan terasa seperti interogasi. Tapi, nampaknya, aku sudah terlanjur jatuh hati. Jangan tanya kapan dan bagaimana itu terjadi. Aku pun lupa urutan kejadian yang kita lalui.
Apa yang kamu usahakan? Benar-benar dari kamu? Atau karena dipaksa? Kamu aslinya ingin apa? Kalau boleh memilih, apa yang akan kamu tinggalkan? Kalau waktu bisa kamu putar, apakah kamu akan pilih jalan yang sama? Kenapa?
Aku sangat ingin bisa membantu mu. Meniti jembatan kecil yang sulit dan sempit hanya untuk menyentuh hati mu. Bergandengan beriringan menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Menghadapi sisi kekanak-kanakan kita yang belum terobati lukanya. Melalui rintangan demi rintangan yang Tuhan persiapkan untuk kita sebagai ujian yang kelak akan membuat kita sadar bahwa itu semua memang harus dilalui walau berat sebenarnya.
Aku melihat bibir mu tersenyum, tapi mata mu sayu. Seakan kesedihan mu bisa kamu sembunyikan dengan sentuhan bedak dan torehan gincu. Aku harus menerawang dalam sedalam samudera hati mu. Menerka-nerka mana kepingan jiwa mu yang boleh aku tahu.
Aku tidak paham mengapa tidak banyak yang jatuh hati pada mu. Tak butuh lama bagi ku untuk memahami keindahan mu walau kamu sedang layu. Aku pupuk dan ku sirami sepanjang waktu. Agar aku jadi yang pertama melihat rekah kelopak warna-warni mu.
Aku hanya ingin kamu tahu kalau mencintaimu semudah merasakan hangat mentari pagi. Terlepas dari bagaimana aku menanggapinya, hangatnya tetap membasuh tubuh ku setiap hari. Dan aku berharap aku pun juga bisa membuat mu kembali bersinar seyogyanya. Walau tidak ada yang tahu aku siapa...
Andai semua orang bisa melihat mu dengan mata ku. Andai semua rasa sakit mu bisa berpindah ke hati ku. Andai semua kekhawatiran mu bisa berganti dengan berani ku. Aku sungguh-sungguh tidak mengerti mengapa kamu bisa membuat ku kembali meracau.
Tulisan-tulisan yang ku buat adalah ekspresi kompleks yang kurasakan. Paradoks dari kontradiksi di setiap kalimatnya membawa mu lebih dekat dengan inti atom hati ku yang tidak stabil. Dia bisa meledak kapanpun dan aku tak tahu bagaimana mengendalikannya. Yang aku tahu, aku selalu seperti ini dalam mengekspresikan cinta. Rasa sayang ku meluap-luap sehingga terkadang terasa intens bagi kebanyakan orang, berlebihan bahkan. Tapi aku tidak seperti ini ke semua orang. Hanya segelintir yang bisa dan pernah. Dan kombinasi perasaan ini akan selalu seperti ini.
Aku menyayangi mu seperti aku memang diciptakan hanya untuk itu. Sebelum ku lahir dan setelah ku mati adalah waktu ku menjawab pertanyaan itu. Apakah kamu yakin mau menjalani hidup untuknya, dan orang-orang terkasihnya? Seribu kali aku mati dan hidup lagi,jawaban ku akan tetap sama. Aku bersedia.
Comments
Post a Comment