Hai, apa kabar? Ini sebuah cerita yang ku rangkai untuk kau baca. Aku tahu ini bodoh, tapi ku harap kau akan membacanya. Sudah seribu hari aku mengenalmu, mungkin lebih, aku tak begitu pandai berhitung, dan setiap harinya selalu ada kamu yang mengisi. Aku merindukan cerita mu. Cerita yang bisa kau narasikan seperti pendongeng-pendongen handal dari kerajaan-kerajaan jauh disana. Ah, untuk apa lah aku bertutur indah? Toh aku cuma ingin bercerita. Ini pertama kalinya aku begitu kehilangan dirimu. Aku yang ditelan kesibukan, dan kamu yang disita pikiran. Terkadang aku bertanya apakah kamu merasakan hal yang sama? Kita terbiasa berbagi cerita tentang bagaimana banyak hal terjadi. Kamu bercerita tentang teman-teman mu, dan aku bercerita tentang diri ku. Lucu mengingatnya, betapa kita begitu berbeda. Kamu yang begitu memikirkan orang-orang di sekitar mu, dan aku yang hanya peduli diriku. Aku sudah pernah bilang, dan mungkin kau ingat, kamu adalah orang yang mengubah hidup ku. Basi? Bers...
This is a story about a not so nice guy who like to write