Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

That Kind of Mental Breakdown That Happened After You Achieve Everything

20 menit yang lalu gw baru saja merebahkan badan gw di kasur. Setelah seharian lelah mengurusi sejuta macam urusan terkait skripsi, organisasi, lembaga, kepanitiaan, bisnis, dan semacamnya. Gw nangis. Ga ngerti. I mean, nothing triggered me. As if it waits for me to be defenseless, and then they just pouring out of my eyes. Entah..... Memulai proses introspeksi dengan bertanya, apa yang membuat gw sedih? Skripsi gw sudah selesai sampai bab 3 dan tinggal menunggu sidang proposal di tanggal 4 Januari nanti. Proses eksplorasi calon ketua yang telah gw persiapkan selama 1 bulan terlaksana dengan lancar. Keuangan kepanitiaan yang gw pegang sedang menunggu aliran dana saja. Besok ada interview buat join start-up orang. Bisnis kopi dan apparel udah mau masuk tahap pelaksanaan. I think, nothing's wrong... Tapi apa yang membuat gw sedih..... Well, it's been 3 weeks since the last time I met my girlfriend. The circumstances are not so friendly right now. And for 3 years ahead too...

Bulan 12

Aku selalu benci bulan Desember. Entah. Hasilnya tak pernah baik untuk ku. Dari mulai ku bisa mengingat, ku selalu mengalami kesialan di bulan Desember. Awalnya ku kira kutukan selama 3 bulan sebelum ulang tahun, mengingat aku dilahirkan pada bulan Februari. Itu terjadi terus menerus dari ku kecil hingga sekarang. Sepanjang ku bisa mengingat, aku selalu mengira kutukan selama 3 bulan sebelum ulang tahun itu nyata. Aku salah. Aku bukan sial karena ini 3 bulan menjelang ulang tahun ku. Nyatanya, cinta pertama ku berbunga di bulan Januari. Nyatanya bulan Januari sering menampakkan wajah sumringahnya kepada ku. November pun begitu, seberapa pun deras hujan turun. Tapi Desember, selalu seperti itu. 4 kali ku bertemu Desember belakangan ini, tak pernah baik hasilnya. Desember 2013, untuk kesekian kalinya, Eyang ku koma. Namun untuk terakhir kalinya. Seseorang yang ku sayangi hingga aku tak lagi menyebut nama dalam doa selain namanya, untuk terakhir kalinya ku mendengar dia bicara. ...

Shades of Midnight

HAI! Selamat datang kembali di blog paling keren di jagad raya! Check this one out Gils, it's been so long since I post on my blog. And before I know it, I lost my routine readers, hahahha. Biasanya sekali post bisa 100 lebih sekarang nembus 30 aja susah. I know.... gw ga konsisten sebagai blogger. But college life is harder than high school I guess. YANG PENTING GW MASIH MUNCUL WOY! Gila apa... kuliah sisa seminggu tapi assignment tiada henti.... gimana skripsi ntar njir. Dan sekarang sudah hari ke 135 dari 365 hari di tahun 2017. First of all, THANKS TO ALL YANG NGUCAPIN ULTAH KE GW!!!! Anjir. umur gw kayak nama bioskop, 21. Udah bener-bener kepala 2. Ga satu kaki di umur belasan, dan satu nya lagi di kepala dua. Sekarang bener-bener kepala 2. Udah young adult, bukan teenager lagi. Dan somehow, The very day I'm 21 years old, I feel like I'm more mature. Maturer.... oke itu aneh. Entah knapa cara gw memandang dunia menjadi beda. Biasanya yang super positif sekarang p...

Klub Insomnia

“Aku hanya tak bisa tidur” ujar ku ketika ku menenggak kopi hitam ku. Kembali ku lihat dirinya dan aku melihat keindahan. Entah, aku tak tahu. Ini sudah kali ke sekian ku kembali ke tempat ini. Bukan karena suasana nyaman yang ku rasakan. Bukan karena minuman dan makanan lezat yang disajikan. Bukan karena sekumpulan kaum borjuis sosialita yang dapat ku temui. Tapi dia… “Jingga.” Kata gadis bergaun merah di hadapan ku seraya menatap nanar ke luar jendela gedung bertingkat ini. “Apanya?” Tanya ku yang bingung karena yang ku lihat hanya gelap malam. Wajar sepertinya, mengingat sekarang sudah jam 2 pagi. “Lampu jalanan.” Ujarnya singkat. Aku tak begitu memahaminya. Dia begitu aneh. Bukan, bukan aneh yang melakukan hal aneh. Tapi dia… aneh. Ah! Bingung aku menjelaskannya. Aku masih tak dapat mengerti isi kepalanya. Bagaimana kami bisa berkenalan? Entah. Yang ku ingat, aku sudah tak tidur 2 minggu. Insomnia mungkin, lebih tepatnya tuntutan pekerjaan. Lalu ku berjalan ta...