Aku pernah menulis seb uah puisi, judulnya Andai Nanti Kita Wajar. Setiap awalan dari setiap kata dalam judulnya adalah Anagram dari namanya. Dan memang puisi itu ku tuliskan untuknya. Aku ingin kalian membacanya... Aku mencintai Diri mu Selayaknya matahari Namun Aku hanyalah rembulan Kecil, gelap, tak bercahaya Tanpa mu Kamu menyayangi Diri ku Selayaknya lautan Namun Kamu hanyalah sungai Kecil, pelan, dan tak bertujuan Tanpa ku Ketika nanti Aku dan Kamu Menjadi kita Aku tak peduli Apakah aku hanya rembulan Karena Aku mampu bercahaya Bersama mu Ketika nanti Aku dan Kamu Menjadi kita Kamu tak peduli Apakah kamu hanya sungai Karena Kamu memiliki tujuan Yaitu aku Andai nanti Kita menjadi wajar Tak ada lagi sekat Tak lagi berbatas Maka kita kan berjaya Andai nanti Kita wajar Aku ingin Kamu tahu Aku sayang Diri mu Tanpa terkecuali O… Perempuan… Dulu ku tuliskan puisi itu sebagai ...
This is a story about a not so nice guy who like to write