Teruntuk diri ku yang tak bisa tidur dan menanti detik-detik subuh. Sadarkan diri mu bahwa ada yang menjerit dalam tubuh. Semua helaan napas yang kamu lakukan selalu berkata bahwa kau butuh. Banyak hal yang seharusnya kamu perhatikan seperti pola makan, jam tidur, bahkan kondisi tubuh. Jangan harap bisa berkembang kalau kamu belum tumbuh. Teruntuk diri ku yang masih bergulat dengan pemikiran sebelum fajar. Tidak semua pertanyaan harus terjawab dengan wajar. Tuhan bekerja bahkan dengan cara yang tak masuk nalar. Entah kenapa kamu terus mempertanyakan banyak hal yang bahkan tidak dapat terjawab walau samar. Mungkin harus kamu tolehkan pandangan mu yang telah nanar. Teruntuk diri ku yang masih menghitung domba-domba menuju tidur. Tidak kamu jenuh dengan semua perjalanan mu yang tak beralur. Jika saja kamu dapat menyederhanakan ekuasi mu yang bercampur. Dan mungkin memperkuat iman mu yang telah luntur. Maka bisa saja kamu mendapat jawab dari tanya yang kamu tutur. Teruntuk diri...
This is a story about a not so nice guy who like to write