Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2026

My Eternity, My Torment, My Salvation

This is a series of poetry that I write about someone. I will publish it when I'm ready and the story has (at least what I thought) a clear ending. Hope you enjoy this. Aku (Sesali) Malam Itu Hujan tipis membasuh di Januari Sisa kesedihan Desember yang belum urung Andai aku lebih menyiapkan diri Mungkin aku tak lagi terkurung Andai aku bisa bertemu kamu dahulu kala Tidak akan seindah bayangan ku memang Setidaknya yang tersisa di diriku masih layak untuk dibaca Tidak untuk dimaklumi tapi setidanya tidak gamang Andai aku tahu cerita mu lebih lengkap Tidak perlu setiap menitnya, cukup hari ke hari Sepertinya aku bisa melangkah lebih tegap Tidak untuk menerobos benteng hati yang gagah berdiri Andai aku mendengar mu lebih jelas Tidak samar-samar karena fungsi telinga ku yang kurang Seharusnya indah suara mu terekam lebih tegas Tidak untuk diajak bicara setiap hari, hanya menyuarakan setiap pesan yang datang Andai aku tidak terlalu fokus dengan aku Tidak bergantung situasi untuk menelaah...

The Summer Fling that Last Forever

I believe most of us (or at least my reader here) have already watched (500) Days of Summer. I remember when the movie got released, I was in Singapore as an exchange students during my Junior High School years. My house buddy, Chen, has been repeatedly (and maybe religiously) watched it on the cinema every weekend. He can't stopped talking about how he felt Tom and how shitty Summer is. My 14 y.o.-self can only agrees and moved on with other conversation, because as far as I'm concerned back then, loving someone shouldn't feel shitty. Oh.... how wrong I am.... For you who may have forgotten the plot, the story is about Tom, a hopeless romantic guy with quarter-life crisis that stuck on a not-so-rewarding job of being a copywriter for a greeting card company (yes people used to exchange card for saying somethings, I still do tho), who met Summer, a new secretary in the company that never believed in love nor she ever felt one. The movie explore their journey of meeting each...

Menghadapi Ketakutan di Tengah Reruntuhan

 Sekelilingnya dipenuhi semak belukar. Sesekali tanah longsor menutupi jalurnya. Hilang sudah akar-akar pohon yang dulu menjaganya. Bersamaan dengan gugurnya naungan daun-daun di atasnya. Aliran sungai Aquarius tak selalu sama. Kadang kala deras dan berbahaya. Sering kali terbendung hingga seperti kering. Namun ada kalanya dia tenang dan aman. Aquarius pernah hilang arah. Erosi mengikis badannya dan menggesernya jauh ke tempat yang tak seharusnya. Dulu dia tak tahu kemana dia akan bermuara. Gunung dan batu-batu besar di hulu kadang terbawa oleh alirannya dan merusak rumah yang berada di sekitarnya. Hilirnya dangkal terisi endapan tanah yang dibawanya sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya tertutup rapat dan dia terpaksa berubah haluan. Dari kejauhan, hentakan kaki terdengar lirih. Tertatih-tatih. Masih gagah berdiri, Sagitarius menatap tajam ke arah sungai Aquarius. Di kepalanya bermunculan seribu pertanyaan. Apakah sungai ini bersih? Apakah airnya aman diminum? Apakah cukup untuk m...

Meratapi Pemikiran dalam Peti Selebar Bahu

 Tidak banyak ruang untuk bergerak. Mayoritas berisikan bantal!bantal empuk untuk membuat tubuh ku nyaman. Hangatnya kain yang menyelimutiku tetap tak mampu mengalahkan dinginnya ujung-ujung jemari ku yang biru. Aku mempertanyakan mengapa ku berakhir disini. Bukan tentang sebab tapi terkait waktu. Benar kata orang, bahwa manusia yang buruk pergi dengan penuh penyesalan. Aku tak berhasil menjadi apa-apa yang ku inginkan. Hanya menjadi bagian mesin raksasa kapitalisme yang berputar karena harus, bukan karena mau. Aku memikirkan mu. Apakah kamu menyesal pernah mengenalkan? Dengan segala hal hina yang melekat pada diri ku, mengapa masih dapat kau yakin bahwa aku bisa menjadi sesuatu. Dari semua hal yang ku takutkan, tak pernah aku takut aku kecewa, karena memang selalu begitu adanya. Tapi yang aku takutkan adalah aku menyakiti mu karena aku tak bisa menjadi apa yang kamu pikirkan aku mampu. Dan pandangan ku terbatas tak sampai 30cm ke atas. Peti yang luas ini seakan menghimpit napas ku...