“Aku hanya tak bisa tidur” ujar ku ketika ku menenggak kopi hitam ku. Kembali ku lihat dirinya dan aku melihat keindahan. Entah, aku tak tahu. Ini sudah kali ke sekian ku kembali ke tempat ini. Bukan karena suasana nyaman yang ku rasakan. Bukan karena minuman dan makanan lezat yang disajikan. Bukan karena sekumpulan kaum borjuis sosialita yang dapat ku temui. Tapi dia… “Jingga.” Kata gadis bergaun merah di hadapan ku seraya menatap nanar ke luar jendela gedung bertingkat ini. “Apanya?” Tanya ku yang bingung karena yang ku lihat hanya gelap malam. Wajar sepertinya, mengingat sekarang sudah jam 2 pagi. “Lampu jalanan.” Ujarnya singkat. Aku tak begitu memahaminya. Dia begitu aneh. Bukan, bukan aneh yang melakukan hal aneh. Tapi dia… aneh. Ah! Bingung aku menjelaskannya. Aku masih tak dapat mengerti isi kepalanya. Bagaimana kami bisa berkenalan? Entah. Yang ku ingat, aku sudah tak tidur 2 minggu. Insomnia mungkin, lebih tepatnya tuntutan pekerjaan. Lalu ku berjalan ta...
This is a story about a not so nice guy who like to write