Menginjakkan kaki di rumah ketika sudah pukul 11 malam hari itu terasa berbeda dari malam lainnya. Bukan karena hari ini merupakan hari perayaan wisuda yang lama dinantikan, tapi lebih ke kepuasan yang ku dapatkan. Lucunya, sama sekali tidak ada hubungannya dengan wisuda. Hari itu aku menatap wajah-wajah gembira dan sumringah dari kebanyakan orang tua dan para wisudawan yang hadir. Kebanyakan. Sebagian kecil lainnya ada wajah kecewa karena orang tuanya tidak dapat hadir secara lengkap. Sebagian lainnya kecewa karena berbagai riasan wajah yang dipolesnya mulai luntur akibat keringat. Sebagian lainnya juga ada yang bersedih karena baru kehilangan seseorang yang penting di hidupnya, padahal sangat dinantikan kehadirannya. Sebagian hanya bisa berdiri dan menatap dari kejauhan sambil menanti siapa yang akan mengisi ceritanya hari ini. Aku memang kurang suka kerumunan, terlalu banyak manusia, dan aku memang sangat suka memperhatikan setiap detail. Alhasil, kepala ku kelebihan...
This is a story about a not so nice guy who like to write