Skip to main content

don't judge the book by its cover. (jangan menghukum buku dari kovernya?????)

ok. dari judulnya saja sudah tak meyakinkan kalian untuk ngelanjutin baca. tapi isi judulnya emang menggambarkan apa yg bakal gw tulis sekarang. gw punya temen. emang gw akui anaknya agak sedikit freak. tapi dia itu baik bgt. gak kayak anak2 lain yg sok cool dan berandalan. tapi dari sisi akhlak? terpuruk nun jauh kebawah. balik ke si "anak". nih anak tuh walaupun udah di jahatin ama banyak anak2 di kelas gw, di cuman bales "jelek lo". palingan yg paling sadis cuman "apasih lo?". nyantai abis bawaannya. gak kayak gw yg emosian. paling lama nahan emosi itu 3 hari. abis itu? bubar.... back to the problem. kenapa gw nulis don't judge the book by its cover. karna sesuai yg gw jabarin tadi. nih anak emang tampangnya freak. tapi nyatanya dia baik. terutama ke gw. karna dari 1 kelas, mungkin, hanya gw yg mau berteman dengan dia. sisanya? ya ngatain atau nyindir dan lain2. gw disini gak bermaksud menyinggung. so, buat yg ngerasa di sindir disini harap maklum. toh gw gak nyebut nama. so, its fine right? (jadi ini baik kanan?????) sekarang kita stop mengartikan bahasa inggris ke bahasa indonesia secara perkata.

ganti paragraf. ganti paragraf berarti ganti cerita. gw sekarang mau cerita tentang kebiasaan lama gw yg sekarang mulai menjadi lagi. dulu, gw kalo lagi ol fb dari 10 tab. 11nya game.(?) itu cuman perumpamaan kok maksudnya kalo gw ol fb itu pasti main game. gak main mean gak nge-fb. ngefb=main. itulah hal yg sekarang terjadi di diri gw. sebenarnya gw sih sudah berhasil mengurangi dosisnya. tapi sekarang jadi adiktif lagi. dimulai dari menemukan game baru di fb lalu menjalar ke game2 yg telah gw tinggalkan. oh sh*t. waktu gw banyak tersita karna itu. tapi entah kenapa tetep aja gw lakuin. kalo gak main game itu pasti sakau. (sakau disini bukan sakau narkoba ya. maksudnya gw mulai bertingkah laku aneh) dari mulai nafsu makan meningkat drastis (ini sangat2 merugikan bagi gw yg sedang diet) sampe guling2an di atas kasur sampe jatoh. (ini beneran gak boong. sumpah deh.) banyak game yg sekarang gw maini. tapi tetep gak sebanyak dulu. nih daftar gamenya. (buat yg main game yg sama ama yg gw mainin tolong add fb gw trus kirim invitationnya biar jadi 1 team, ok?) yakuza lords,mafia wars,ghost trappers,mouse hunt, dragon wars,vampire wars, sama kadang2 main medieval empire. buat semua yg mainin game yg sama, tolong add gw jadi allies kalian ya.

ok lah kalo begitu. sekian dulu buat postingan kali ini. see you later and bye bye.

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...