Skip to main content

Tulisan Ngasal

Oi.... What's up people of the world!!!!!

So, ini gw lagi mood mampus buat ngeblog. Gw juga gatau mau nulis apa... Jadi maaf yaa kalau tulisannya terkesan meracau.

JADIII!!!!! Gw dan tiga teman gw (sebut saja, Abi, Alvin, dan Skalski) lagi di LOMBOK!!!!! Lebih tepatnya di Gili Trawangan. Sekarang lagi malam terakhir kami di Gili Trawangan sebelum besok pagi nyebrang ke Mataram lagi buat pulang ke Jakarta.

GW GAMAU PULAANG!!!!
HUAAA!!!!!
HUAAA!!!!!
HUAAA!!!!!

Maaf kan tingkah gw yang lagi kayak anak kecil.

Hmm...... Jadi gw abis mencoba beragam hal di Lombok. Dan mungkin ini keadaan termabok gw. Like, sebanyak-banyaknya gw minum dulu, ga pernah sampai rileks kayak gini (ya, gw tau gw bukan contoh yang baik bagi anak muda di masyarakat). Pernah dulu minum banyak banget, tapi kondisinya lagi galau banget dan destruktif banget. Ujung-ujungnya mabok pengen ngajak ribut orang dan ngatai-ngatain semua benda.

Ngomong-ngomong soal orang mabok ngajak ribut, ada temen gw dulu saking maboknya tiba-tiba nunjuk pohon trus nanya "Ini daun kan?" Semua temen gw yang lain jawab iya sambil pasang muka bingung. Eh si temen gw yang mabok ini tiba-tiba nonjokin pohonnya sambil bilang "Sialan lu daun." Lalu kami hanya bisa bengong.

Kembali ke cerita gw. Jadi gw lagi tahap enak mabok. Gatau kenapa. Selain mungkin gw lagi sama temen-temen gw yang bener-bener terbuka dan selow satu sama lain jadi gaada kontrol sosial PLUS enak aja. Hahahahhaa. Even though lagi banyak pikiran dan stress yang menggantung di kepala, tapi sejenak gw bisa menganggap semuanya akan baik-baik saja.

AAAARRRGGGHHHH THIS IS THE BEST TRIP EVER.....!!!!! *iykwim*

Hmm..... dalam keadaan gw yang kayak gini, ngetik aja bikin gw ketawa. Hahahhahaa. Dan nonton Looney Tunes ga pernah se-trippy ini. Sumpah aneh dan lucu banget. Semua hal jadi lucu dan enak diketawain. Gw gatau gw mabok beneran or yaa feeling euphoria.

Trus ngantuk.

Kata orang, ketika lo mabok, lo ngeluarin diri lo yang selama ini lo sembunyikan. Dan gw ngerasain (for the first time in my life) nangis liat matahari terbenam. ANJIR INDAH BANGET COY!!!! Dan alasan gw nangis adalah ngeliat matahari terbenam yang begitu indah di Pantai Gili Boys mengingatkan gw bahwa semua yang indah selalu punya akhir. Ga semuanya itu abadi.... Sigh. Jadi sedih dah bgw.

Anyway, AAAHHH GW KANGEN KALIAN PARA PEMBACA SETIA BLOG GW. Gw ga ngira blog gw yang gw buat cuma untuk jadi tempat curhat ngasal karena gw dulu ga punya temen curhat, tiba-tiba bisa nembus 10000 hit dan 100 visit per post.... Well, financially it's not making money for me, but I'm fucking happy about it!!!!! You know, the easiest way to have a happy life is appreciate the little thing and don't take the big thing too seriously. I don't know. Mungkin gw akan mendebat tulisan gw sendiri setelah gw sober. But who cares? We only live once, and life is too fucking short. So just do the things that make you fucking happy!!!!!! Stop procrastinate, do your fucking works, collect some money, and enjoy your free time with the people you love.

Hmm......
Gatau lagi mau ngomong apa.
Mungkin gw cerita aja knapa gw suka nulis.

Basically my passion for writing is started at kindergarten. Disaat temen-temen gw pada suka gambar, gw gasuka. Bukan karena itu gaasik, tapi gambar gw jelek. Gw bete liat gambar gw sendiri. Trus gw coba ikut lomba mewarnai. Tapi lo tau apa yang terjadi? Gw hampir ga pernah menang karena gw selalu salah pilih warna. Padahal menurut gw, apa salahnya ada cowo punya rambut ijo tosca? Dan gw sadari, itu dulu belom ngetren, jadi kurang normal. Trus gw nyari, apa sih yang bisa gw lakuin, dan walaupun jelek, orang-orang tetep bisa mengapresiasi itu. Dan gw menemukan pelajaran menulis. Menulis yang beneran nulis a, b, c, d, dst dst. Dan disitu gw dikasih tau sama guru gw, "yang penting kebaca yaa Ary, biar orang bisa baca." Trus gw tanya, "Jadi bentuknya sesuka saya asal kebaca gapapa?" yang diiyakan sama guru gw. JADI GW BISA BIKIN SESUATU YANG JELEK DAN GW BISA MENGKLAIM ITU KARYA GW TANPA RASA MALU!!!!! GILS!!!

Dan mulai lah gw menulis. Awalnya cuma nulis kayak "Aku sudah makan." atau "Aku suka Yupi." Sampai akhirnya gw menemukan buku kumpulan puisi WS Rendra (iya gw tau pas TK baca buku WS Rendra itu ga pas banget). Gw ketemu pas gw diajak sama eyang gw buat ngajar di sekolah tempat dia ngajar, dan gw ditinggal di perpustakaan. Disitu gw nemuin banyak buku dan beberapa diantaranya adalah karya sastra. The first thing I realized, gw boleh nulis apa aja, dan pasti ada yang suka. Entah itu temen sebaya, tukang somay, ataupun orang asing sekalipun, mereka bisa baca dan suka sama tulisan siapapun. makanya gw jadi suka nulis.

Dari nulis di buku harian berlanjut di nulis-nulis di social media. Akhirnya, sampai lah gw pada tahap gw ngeblog. Here we are.

Hmm.... gw besok pagi harus bangun extra pagi karena mau ngejar kapal nyebrang yang pertama banget. Jadi gw mau tidur. Segitu aja dulu gengs, see you in the next post. Ciao.

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...