Skip to main content

Catatan Harian yang Tidak Sudi Disebut Diary

Halo para remaja tanggung se-Dunia!!!!! Kembali di blog kesayangan anda!!!!! Gils, it's been so long since I post something on this blog, dan gw kangen banget nge post blog. Somehow kesibukan gw begitu menyita waktu, tenaga, dan pikiran gw sehingga gw ga bisa nge post disini, mohon maaf ya semuanya.....

Anyway, I've got some good news and bad news. The good news is, GW DAH MASUK TAHUN KETIGA GW KULIAH SOB!!!!! Sadis abitch..... Ga kerasa gw udah dua tahun kuliah dan sekarang masuk tahun ketiga. Banyak hal yang gw lalui di tahun pertama dan kedua gw kuliah sehingga gw bisa menjadi diri yang bisa dibilang lebih buruk baik. The bad news is, GW DAH MASUK TAHUN KETIGA GW KULIAH SOB!!!!! Artinya bakal makin sedikit waktu gw untuk bisa main-main T--T menyedihkan eui.....

Sometimes it's funny how fast time is going... Ga berasa banget. One day lo masih sibuk ikut bimbel, persiapan UN, intensif SBMPTN, dan deg-degan nungguin hasilnya. One day lo mahasiswa baru dengan segala kesibukannya dan segala kekampungan pengen nyoba banyak hal yang ga bisa dilakuin di masa SMA. And one day, here we are.....

For those who's asking how am I, I'm doing fucking great.... I guess

Sigh....

Gw merindukan masa lalu sebenarnya. Di mana gw bisa menumpahruahkan segala cerita keseharian gw dan bagaimana gw menjalani hidup di blog ini. Di mana gw masih suka bercanda, tertawa, dan ga peduli apa yang dikatakan orang.

Semakin dewasa diri lo, semakin banyak tuntutan yang ditujukan untuk lo.

Dan itu yang gw rasakan sekarang. Tuntutan untuk berprestasi, tuntuntan untuk mencari pengalaman, tuntutan untuk siap menjadi "Husband Material" seseorang. Sometimes I ask myself, what's my age again? Dan ketika gw tersadar, gw udah 21 tahun (kurang 8 bulan)..... GW UDAH TUA COY! Gw masih pengen main-main.....

Beberapa bulan belakangan ini.... Luar biasa. Banyak yang belum gw ceritakan disini, tapi gw rasa kalau ada waktunya akan gw bahas. Basically been loving someone, trus ditinggalin buat orang lain, ngancurin diri sendiri, ditemukan kembali, dan sedang diperbaiki. (that's the tl;dr of my love life). This girl...... sigh..... hanya ingin memaki rasanya. Sangat lucu disaat gw mengingat bahwa gw pernah begitu sayang sama dia sampai gw bilang untuk pertama kalinya "Aku cinta Kamu". For me, love is a sacred word.... I never use it randomly. And this particular girl, who touched me in the deepest place that no one ever touch me, who makes me feel like a superhuman, just go with someone else..... It hurts.

And in my journey to destroy myself to crumble, I met this... someone.

She.... pulls me out of the wreckage. Dia kumpulkan lagi serpihan-serpihan diri gw yang sengaja gw buang biar gw ga jadi diri gw sendiri dan disusun rapi sama dia. Dan gw jadi diri gw lagi.... mostly. I'm still hurt inside. Like... lots of pains just got stuck inside my chest. Rasa kecewa, sedih, marah, benci, dendam, terluka, hilang....... Tapi dia ga buang itu semua. Dia pakai kesedihan gw untuk membangun gw. Mengembalikan gw ke bentuk semula. Menjadikan gw manusia. Bukan malaikat superficial yang entah punya hati atau tidak. Dia membuat gw menjadi biasa, dengan segala kelemahan dan kekuatan yang gw miliki. Dan dia rangkul dengan hangat.

Untuk pertama kalinya, gw merasa pulang......

She's my home now. Terkadang atapnya bocor. Terkadang pintunya berdecit. Terkadang temboknya mengelupas. Terkadang ada serangga. Terkadang ada hewan lainnya. Terkadang penuh sesak. Terkadang kosong melompong. Tapi dia rumah ku.

Entah.... Kepala gw lagi berputar di dunia khayalan yang gw ciptakan.

Yeah, I'm doing fine. Despite how cruel the world has become. I'm fine.

So, I guess that's all, hehehe. Keep up with me through my social media such as Twitter, Facebook, Tumblr, Ask.fm, and Instagram. See you when I see you folks. Ciao.

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...