Skip to main content

End of The Year

Yo yo yo.. What's up people? As you can see, my blog has a new look. Check this one out!

Kembali lagi di tempat sampah cerita gw dimana semua keluh kesah dan curhatan-curhatan lainnya gw sampaikan. Apa kabar semua? Sekarang udah tanggal 11 Desember 2014 yang artinya 14 hari lagi adalah Natal dan 20 hari lagi adalah Tahun Baru. GILE BRO!!!! WAKTU BERJALAN CEPET BANGET!!!!

Ga kerasa waktu satu semester di kuliah udah mau lewat. But still... GW GATAU APA YANG GW PELAJARI SELAMA INI!!!! Keitung jari ilmu baru yang gw dapatkan di kuliah. Kenapa kesuraman gw ga berkurang sih di kuliah T-T. Padahal sebelum gw masuk kuliah ada beberapa resolusi yang gw canangkan.

Resolusi #1: Ganti Identitas
Hal pertama yang harus gw lakukan sebelum masuk kuliah adalah mengganti identitas. Bukan... Bukan oplas biar jadi kayak G-Dragon. Kalau yang itu gausah oplas juga udah gantengan gw *jual ember buat muntah harganya 15jt, dapat dicicil 12 bulan*. Mengganti identitas disini adalah melepaskan image-image yang melekat di diri gw selama di SMA.

So, langkah pertama yang gw lakukan adalah mengganti nama panggilan. Buat orang-orang yang udah kenal gw dari lama pasti memanggil gw dengan sebutan Ary. Gw menyimpulkan bahwa untuk menjadi seseorang yang baru lo harus literally jadi orang yang baru. So, I changed my nickname. Tapi gw bingung nama apa yang cocok untuk gw. Tadinya mau ganti jadi Nicholas Saputra, tapi entar gw ditanyain berapa lama siklus bulan purnama di New York. Pernah juga kepikiran buat ganti nama jadi Leonardo DiCaprio, tapi entar gw ga pernah dikasih piala. Jadi setelah bersemedi dibawah sinar matahari depok yang menyengat sambil menatap akta kelahiran bertuliskan Muhammad Yusuf Arya Ramadhan, gw berhasil menemukan nama baru yang cocok untuk diri gw yang baru. Dan pemenangnya adalah... ARYA!!!!

Yes, my name is Muhammad Yusuf Arya Ramadhan but you can call me Handsome Arya. The first step is done. Now move to the next step.

Resolusi #2: Keep Calm and Carry On
Masih sedikit nyambung dengan resolusi gw yang diatas. Gw mau melepaskan image-image yang melekat di diri gw selama gw hidup di SMA. Gw yang dulu selalu ribet memikirkan segala probabilitas yang mungkin terjadi di dalam hidup gw harus bisa gw ubah jadi gw yang lebih santai. Gw yang sebelumnya terlalu menimbang untung rugi kalau melakukan sesuatu harus gw ubah jadi gw yang lebih let it flow. Jadi gw gaakan jadi Ary si Rempong lagi, sekarang gw adalah Arya si Santai. Pokoknya semua gw bawa santai, ga harus dibikin stress. Tapi santai juga ga boleh sampe kelewatan. Let's move to the next step.

Resolusi #3: Give 100% or Nothing
Dunia kuliah itu *katanya* lebih berat dari dunia SMA bro... Jadi gw yang biasanya melakukan semuanya cuma ala kadarnya sekarang harus bisa bekerja lebih keras. Gw memotivasi diri gw untuk menjadi lebih rajin ketika sudah di dunia perkuliahan. My motto is give 100% or Nothing. Lakukan sesuatu dengan 100% atau tidak usah sama sekali. Jadi di dunia perkuliahan nanti gw berjanji untuk belajar dan berorganisasi dengan lebih maksimal.

And... dari tiga resolusi yang gw canang kan itu hanya satu yang berhasil gw lakukan 100%, yaitu mengganti identitas gw. Dua yang lainnya ya gitu deh. Gara-gara keep calm and carry on sekarang yang harusnya gw lagi ngerjain tugas UAS mata kuliah Kecakapan Komunikasi malah bikin postingan blog... Dan resolusi terakhir *Give 100% or nothing* ended by I'm doing nothing.....

Susah emang berubah kalau niatnya belom kuat. Jadi gw akan lebih meluruskan niat untuk menyelesaikan resolusi-resolusi yang gw canangkan. Oiya, ngomongin soal sosok yang baru, kalian sadar ga dengan perubahan layout dan design blog gw? Asikkan? Lebih stylist dan lebih kece abies. Semoga kalian suka dengan tampilan baru blog gw dan tetap setia baca blog gw. Thast's all folk, see you later!!!  

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...