Skip to main content

Coy.....

Coy... balik lagi di blog gw yang super keren ini coy....
sebelumnya gw mau ngucapin Selamat Tahun Baru!!!! YEAY!!!!! *telat 20 hari* dan Selamat Natal!!!!! *telat 26 hari*. dan tahun baru kali ini menjadi tahun baru paling membosankan yang pernah gw lalui. efek gaada duit dan internet praktis membuat gw mati gaya di rumah. yang gw lakukan akhirnya dalah berusaha merangkai playlist paling keren dari lagu-lagu yang ada di laptop om gw yang banyak banget-bangetan. tapi akhirnya yang terjadi adalah playlist galau nomor 38 tercipta.... *terjun bebas dari menara saidah* tapi untuk menghindari kegalauan yang so 2013 banget, gw pun masak!!!! yay!!!! gw campurkan keju, susu, macaroni, dan bumbu2 lainnya. ceritanya mau bikin mac & chesse. tapi setelah gw makan malah jadi macaroni carbonara. biarin aja, yang penting makan. tapi ternyata masak pun ga bikin mati gaya gw ilang. jadi gw memutuskan untuk menulis sesuatu. dan jadilah gw menambah beberapa halaman ke buku autobiografi gw *aseek* dan mengedit sedikit2 novel yang sedang gw tulis. jadi kalo gw sering mager harusnya pas kuliah buku gw udah jadi tuh. kenapa gw bilang kalo gw sering mager? karena gw ngelanjutin nulis cuma kalo lagi mager. mager belajar, mager makan, mager segalanya. pokoknya kalo gw udah mager banget sampe ga tau mau ngapain, barulah gw nulis cerita. jadi gw melewati liburan gw dengan sangat *tidak* produktif. dari 2 minggu libur efektif cuma 3 hari gw diluar rumah. sisanya di rumah, lebih spesifik lagi kamar, lebih spesifik lagi kasur, lebih spesifik lagi di kasur bagian kanan yang kena kipas angin. gw udah kayak snorlax yang minim gerakan..... sampai akhirnya masuk sekolah.

Coy.... gila coy.... gw udah semester 6 coy.... stress gw coy.... ujian berturut2. 2 minggu sekali TO. trus februari awal udah ujian senam irama yang gw ga apal2 gerakannya T-T trus minggu ke 3 udah ujian praktek yang gw aja ga tau mau belajar dari mana.trus maret udah UAS yang pake esai. trus april udah UN yang cuma 3 hari padahal ada 6 pelajaran. trus juni udah SBMPTN. trus Juli ada tes Monbu *insya Allah*. soooo sibuk.... nonstop belajar *seharusnya*. tapi faktanya gw tetep aja begini2 aja..... kapan ga suramnya nak T-T masih sering bangun siang. masih selalu sering telat. masih bolos kalo terlalu mager. bahkan di rapot BTA gw kemaren nilai tes harian yang keisi ga sampe setengahnya gara2 sering bolos. damn.....

tapi udah lah curhatnya. kali ini gw mau ngepos yang lucu2. jadi pas awal2 masuk di kelas XII guru bahasa Indonesia gw, pak Waridin, ngadain semacam games bahasa. nama game nya Cerita Berantai. cara mainnya itu adalah dalam satu barisan yang terdiri dari beberapa anak akan dijadikan satu kelompok. lalu setiap orang menulis sebuah kalimat. setelah itu kertasnya dioper dan orang selanjutnya menulis kalimat untuk melanjutkan kalimat pertama. hingga sampai di orang terakhir, kertasnya dibalikin ke orang pertama. dan jadilah sebuah cerita pendek yang terdiri dari 8-10 kalimat. kedengerannya keren kan? tunggu sampe lo baca hasil-hasil cerita yang terbentuk dari anak2 gila di kelas gw.

jumlah anak di kelas gw ada 31 yang akhirnya dibagi jadi 4 kelompok. dan terciptalah 31 cerita yang bergama jenisnya. dari mulai galau, lucu, absurd, sampe yang filosofis. selamat menyaksikan!!!!!

cerita pertama
Pagi itu, angin dingin mengikis kulit tubuh ku yang dingin. Dinginnya air hujan membekukan jiwa. Hingga diri ku tak bisa menggerakkan tubuh ku. Apapun itu, aku tak mengerti mengapa aku begini. Aku hanya bisa berdoa. Ya Tuhan, ampunilah diriku yang penuh dosa ini, bisik ku dalam hati. Jantung terasa semakin pelan berdetak, rasanya sudah waktunya. semua kenangan akan dirinya terlintas di mataku yang mulai redup. Tiba-tiba terdengar suara bisikan. "Kamu tidak akan mati sahabat ku, kamu adalah vampir baru." Aku sadar itu hanya sebuah halusinasi. "Bukan, ini bukan halusinasi.", ternyata adikku yang membisikkan hal itu.

gimana? masih mau lanjut? nih cerita kedua
Pagi ini aku bangun kesiangan. Sangat menyesal aku, semalam terlalu asik menonton film di TV. Film yang alurnya mirip dengan cerita hidupku. Akibatnya hari ini aku telat datang ke sekolah. Aku mendapat hukuman dari guru di kelas, di depan teman-teman pula. Aku terngiang-ngiang tokoh pria yang ganteng sambil menjalankan hukuman. Tanpa sadar aku memegang tangan guru ku seolah-olah aku memegang tokoh pria itu. Aku malu setengah mati. Ia terlihat ingin melakukan sesuatu kepadaku.

akhirnya yang membingungkan? tenang aja, cerita ketiga ini ga kalah keren
Pagi itu rintik hujan menemaniku dan menyapaku dengan lembut. Kutatap wajahnya yang terlihat sendu. Ingin kutanya, tapu aku hanya bisa diam terpaku. Bibirku kelu tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Tiba-tiba telepon rumah ku berdering. KRING!!!! Ternyata itu bel pintu rumah, ada yang datang. Penasaran, aku pun mengintip melalui jendela. Ternyata pengantar Pizza perempuan cantik diluar sana. Betapa bahagianya hariku melihat perempuan cantik di hari yang sial ini. Harum pizza dan tajamnya aroma wanita bercampur aduk dalam pikiranku. Lalu aku berkenalan dengan wanita itu dan seketika aku nyatakan perasaanku bahwasannya aku suka dia. Ternyata dia pun juga begitu. Akhirnya kami pun sepakat untuk menikah.

lanjut mang.... cerita ke 4.
Pada suatu hari ada seorang anak yang bernama puput. Puput anak yang pintar, baik hati dan rajin menabung. Namun ia merasa tak akan pernah sepintar, sebaik, dan serajin lelaki yang ia puja. Tetapi ia tak pernah menyerah untuk berusaha mendapat ksatria itu. Untuk itu ia berusaha lebih keras, dengan cara menambah jam belajarnya. Jam belajar bertambah menyebabkan dia mulai menggila, batinnya terguncang. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat surat. sebuah surat yang berisi selamat ucapan selamat tinggal untuk orang-orang terdekatnya. Dia taruh surat itu di depan rumahnya, lalu ia berjalan menuruti langkah kakunya. Tiba-tiba sebuah mobil menabraknya.

story number 5
Malam terasa begitu sunyi dan kelam tanpa bintang dan rembulan. Seketika aku teringat dirinya. Dirinya yang telah mengkhianatiku. Aku sangat marah kepadanya. Hatiku terbakar karena teringat padanya tapi sayang tidak ada yang dapat memadamkannya. Kecuali keindahan wajahnya, ya... kesempurnaan wajahnya... oh ya... juga tingkah lakunya... hmmm... Baiklah, semua yang ada di dirinya dapat memadamkan api ini. Tetapi ku sadar aku bukan yang terbaik untuknya. Tak lama kemudian aku sadar bahwasanya hanyalah wajah Tuhanku yang kekal *fix banget ivan ngerusak cerita*. Aku terdiam sejenak dan bertanya-tanya. "Siapa itu Tuhan? Tuhan itu kejam, ia merusak pikiranku, saya tidak percaya Tuhan!" Semua ini terasa menyakitkan di dalam kehampaan, masihkah aku dapat percaya pada Tuhan?

numero 6
Hatiku hampa bagaikan tumbuhan di tengah gurun yang luas. Hancur berkeping-keping. Hancur disebabkan oleh kejadian semalam. Rasanya aku ingin mengurung diri saja di kamar. Tak ku hiraukan ketukan pintu ibuku yang bertanya akar keadaanku. "Aku masih ingin sendiri bu..." Pandangan ku kosong, begitu juga pikiranku. Aku hanya menatap kosong langit-langit kamarku. Yang terlihat di langit-langit hanyalah wajahnya yang menawan. Tiba-tiba perutku sakit. Tiba-tiba sakitnya menghilang begitu saja. Sakit perut yang aneh...

masih kuat? nih no 7
Petir menyambar-nyambar di luar sana. Hanya bisa kupandangi kilatan-kilatan itu dari jendela. Angin berhembus dengan kencang bagaikan ombak yang besar. Pintu berderit-derit seakan dia sedang sakit perut. Tiba-tiba cahaya terang beriring deruman mesin muncul di balik jeruji pagar. Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku. Tak kusangka ibu pulang hari ini. Ibu pulang dengan muka merah membara seakan ingin marah besar, akan terjadi perang dunia setelah ini. Ibu langsung ke dapur untuk memasak, dengan amarahnya dia memotong daging hingga memotong jarinya sendiri. Ini begitu absurd, terasa seperti sebuah mimpi buruk. Ibu tidak menyadari bahwa darah di jarinya terlalu banyak yang keluar, dan ia mati.

tenang. sabar ya. nih yang ke 8
Kalau memang mungkin, lebih baik begini. Tetapi entah apa yang harus aku lakukan. Kegalauan pun melingkupi hati ini. Malam yang sunyi, aku termenung menatap rintik-rintik hujan. Kilat pun saling bersautan. Seolah-olah menanggapi apa yang kurasakan. Aku bertanya dalam hati. Apa yang sebenarnya terjadi diantara kita? Namun semakin ku bertanya, semakin aku tak mau dengar jawabannya. Apakah aku benar-benar tidak tahu? Atau hanya menolak untuk tahu? Apapun yang terjadi di antara kita dulu, tak ingin ku ingat lagi sekarang. Karena bagiku, semua itu telah menjadi bagian dari masa lalu. Masa lalu yang kelam. *ini cerita waras pertama yang gw dapatkan dari sekumpulan cerita2 ajaib ini*

cekidot guys, 9th story
Dunia ini tidak adil. Saya selalu merasa dianaktirikan oleh guru sejarah saya. Padahal saya merasa biasa saja seperti anak-anak lain. Mungkin kerna buku soal saya kurang sakti *ini mah buka kartu banget...*. Apa mungkin karena saya jelek? Mungkin saja guru saya tidak suka anak-anak murid yang jelek. Padahal saya merasa biasa saja. Lalu apa!?!?! Kenapa!?!?! Guru saya jelek pada kenyataannya. Saya tampan. Ketampanan saya membutakan dunia. *backsound : Aku Ganteng by Papermaskman*

10 tuh angka bagus... cerita ke 10 sih ya gitu....
Pada suatu malam yang sunyi dan dingin mencekam, terdengar suara yang terus mengutip. Aku ingin ke toilet tapi apadaya, diriku tak berani. Keringat dingin mengucur deras. Aku tidak tahan menahan sakit perut ini. Tetapi daripada ditahan, aku memberanikan diri saja untuk ke toilet. Ketika masuk ke dalam toilat, ternyata semua keluargaku sedang mengantri untuk masuk ke toilet. Ternyata toilet yang lain sedang rusak. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari toilet umum. Di tengah jalan aku merasa seperti ada orang yang mengikutiku. Rasa takut dan sakit perut beradu, berkecamuk dalam tubuhku. Siapakah gerangan yang membuntutiku ke toilet umum? Saat ku lihat kebelakang ternyata ada seorang laki-laki datang membawa sekotak amal untuk meminta uang toilet.

11! angka kembar coy.
Airpun membasahi sekolah pagi ini. Karena semalam hujan lebat. Dingin menyegat merasuki hatiku yang memang sudah beku. Ku berjalan ke arah kelasku yang sedikit becek. Kulihat seorang pria termenung kesepian. Akupun menghampirinya dan bertanya, "Ada apa gerangan?" Namun tak kudapat jawaban darinya. Kutanya lagi ada apa, masih saja bungkam mulutnya. Rasa ingin tahu ku pun memuncak, hal apa yang ada di pikirannya? Saat kulihat kakunya, ternyata tidak ada kaku yang menapak. Perlahan kulihat mukanya, dan... Walaupun mukanya lumayan, aku menjerit "Setan!!!!" dan pingsan.

selanjutnya di no 12
Hari itu hujan, ia masuk ke dalam bangunan berwarna hijau itu. Bangunan itu dipenuhi orang yang kehujanan. Tanpa seorang pun berpakaian kering. Tapi ada satu orang, pakaiannya kering, bahkan terbakar. Tidak masuk akal! Saya bingung setengah mati. Saya tidak mengerti dengan dunia ini. Saya mengantuk. Saya merasa baik-baik saja dan lapar. Tapi saya masih kedinginan karena baju saya basah juga. Sekarang hujan sudah reda. *WTF!*

tanggal lahir gw bro.... keren abies.
Aku tidak mengerti apa yang salah dengan diriku. Diriku yang bau tapi masih saja tidak sadar. Walaupun yang bilang aku bau itu orang lain, aku tetap tidak mengerti. Akhirnya suatu hari aku bertanya kepada teman sebangku ku. Dan dia hanya menatapku dengan tatapan kosong. Lalu ia memberiku sebotol parfum. Yang kosong... Tapi berisi... Isi itu kosong, kosong itu isi... Amitaba... Saya beli parfum sendiri. Namun saya membeli parfum kosong...

on number 14
Orang itu tinggal sendiri di rumahnya. Dia bingung ingin melakukan apa disana. Tiba-tiba muncul gemuruh yang luar biasa. Gemuruh itu memanggil namanya. Tetapi suara itu semakin lama semakin terdengar halus. "Hai anak muda, sebentar lagi kamu akan mempunyai kekuatan yang luar biasa. Ingat, kekuatan ini hanya untuk kebaikan." Tiba-tiba muncul sebuah batu berwarna merah delima dari tanah. Tidak disangka, batu itu bersinar di bawah sinar matahari dengan sangat terang. Dengan perlahan dia sentuh batu itu. Ketika menyentuh batu itu, tiba-tiba badannya menjadi besar. Dia membesar sampai melubangi atap rumahnya. "Aaah," , ia berkata, "cerita ini buruk sekali. Mungkin esok hari ketika pemikiranku sudah jernih aku dapat menulis cerita yang lebih baik.

5 ditambah 5 ditambah 5 sama dengan? yup, 15
Saya berjalan kaki. Lalu saya bertemu dengan jodoh saya *that escalated quickly*. Alangkah cantiknya wanita itu. Bunga namanya. Aku dibuat terpesona olehnya. Setiap kata yang keluar dari mulutnya bagaikan petikan dawai alunan melodi surga. Tak dapat kualihkan pandanganku sekejappun darinya. DIa begitu menawan bagiku. Tapi tak berapa lama hatiku pun langsung jatuh sampai ke inti bumu setelah mendengar kata "Sayang!" dari seorang lelaki disebelahnya. Gila benar lelaki itu memanggilnya sayang. Padahal tak ada seorang pun di sebelahnya.

2 pangkat 4? ya 16
Disini ku terdiam, meratapi apapun yang terjadi. Aku bingun dengan kejadian semalam. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Berulang kali kucoba untuk mengeluarkannya. Ingin kucabut memori itu dari dalam benakku. Lelaku yang berdiri di depan rumahku itu ternyata adalah mantanku. Mantan yang ingin ku lupakan. Mantan yang mencampakkanku *ada indikasi curcol disini*. Tapi mantanku ganteng sekali *gubrak*. Tapi dia ternyata menyukai sesama jenis. Suatu hari kulihat dia bergandengan tangan dengan pria lain. Ternyata pria itu adalah kakek saya yang telah lama hilang.

mengapa ku yang harus slalu mengalah.... seventeen
Pada suatu siang, Monkey pergi kerumah temannya. Temannya, Sang Gajah, menyamnutnya dengan ramah. Tapi Monkey menganggapnya sebagai ejekan dan ngambek dengan Gajah. Lali Monkey pergi tanpa kata. Sang Gajah bingung karena Monkey pergi begitu saja. Lalu apa salah Monkey? Sang Gajah lari mengejar Sang Moneky. Sang Monkey menyesali apa yang dilakukan olehnya. Akhirnya Sang Moneky memutuskan untuk meminta maaf pada Gajah. Namun saat dia berjalan ke rumah Gajah untuk meminta maaf, ia melihat suatu kejadian yang mengejutkan. Suatu kejadian yang tidak mungkin ia lupakan seumur hidupnya.

Delapan belas!!!!
Dimalam yang gelap, Feni termenung di atas tempat tidurnya. Dia berpikir tentang hidupnya yang malang. Dia berbicara sendiri menyesali akan hidupnya yang seperti ini. Dia merasa dirinya bernasib sama dengan Manohara dan Siti Nurbaya. Karena merasa dirinya mirip dengan mereka, dia ingin mengubah namanya jadi Manohara Nurbaya. Tapi mengubah nama tidak akan mengubah kemalangan hidupnya. Akhirnya ia pergi ke sebuah klub malam di daerah Menteng. Dia melihat para remaja sedang asik berjoget. Tetapi tetap ia tak dapat membohongi perasaannya. Di tempat yang sangat damai itu ia tetap merasa sedih. berjam-jam ia habiskan untuk merenung. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Hidup yang penuh dengan kesesalannya itu.

okay, gw tau ceritanya makin lama makin absurd. tapi ini belom semuanya. lanjut ke 19
Hari minggu aku pergi naik delman. Aku tidak pernah suka baunya. Tapi aku harus naik delman karena itu satu-satunya transportasi yang ada. Padahal di delman itu sudah ada orang yang tampangnya menyeramkan. Setengah perjalanan sudah, orang itu mengeluarkan pisau tajam. Lalu diasahnya pisau itu perlahan-lahan. Lalu pisau itu ditusukkannya ke kuda sambil membuat simbol-simbol aneh. Terlihat di matanya, suatu nafsu yang membara. Lalu dia menodongkan pistol ke arah bapak pengendara delman. Lalu dia meminta maaf. Alhamdulillah dimaafkan....

Top 20!
Pagi ini semua masih sama, rasanya masih kosong serasa diteriaki ingin diisi. Semua hal terasa menyebalkan, membosankan, menggerahkan. Rasanya ingin berlari, pulang dan berteriak. Angin pun mengisi tubuh, terasa menusuk. Semua ini membuat perut ku kosong dan aku kesal. Sesampainya di rumah, aku berniat untuk kerokan. Tetapi di rumah ku tidak ada koin yang enak untuk kerokan. Akhirnya saya memanggil tukang pijat. Tetapi ada yang aneh dengan tuka pijat itu. Matanya tidak ada. Ternyata tukang pijat itu buta. Aku pun berpikir, apakah ia bisa memijitku dengan mata buta?

abad ke 21 tuh masa-masa yang keren. cerita ke 21 sih... baca aja deh!
Namaku Bunga. Aku adalah seorang perempuan yang tidak pernah punya pacar. Padahal banyak orang yang mengejarku. Namun mereka hanyalah teman bagiku. Mereka semua sama. Teman bermuka dua. Aku tahu aku ini bukan orang biasa. Aku mempunyai suatu bakat spesial yang tidak dipunyai orang lain. Aku dapat melihat makhluk halus. Ya benar, aku indigo. Aku bahkan bisa membaca pikiran orang seperti Edward Cullen. Aku tahu kamu sedang memikirkan ku! Dan aku tetap jomblo...

Lagunya Taylor Swift nich. 22...
Seperti biasanya, aku menggembala sapi. Sapi tanpa hawa nafsu. Nafsu tanpa hawa sapi. Nafsu tidak bisa bersapi tetapi sapi bisa bernafsu. Bukan, ternyata bukan hanya sapi. Tetapi sapi yang sangat bernafsu. Nafsu sapi yang sangat berperikesapian. Nafsu api yang ingin mengikuti nafsu sapi. Namun nafsu sapi tidak bisa seperti nafsu api. Tapi apakah sebenarnya sapi bernafsu? Hanya dia dan TUhan yang tahu.

Bilangan prima ke 9. that's right, 23
Di malam hari di atas lantai tertinggi gedung itu, Yogi diam dan memikirkan sesuatu. Dia memikirkan sesuatu terlarang yang sebetulnya tidak pantas dipikirkan. Terlihat dari bawah gedung tersebut orang-orang ramai dengan kepanikan luar biasa. Ternyata Yogi berniat untuk lompat dari atas gedung tersebut, bermaksud untuk bunuh diri. Hidupnya terasa tak berarti tanpa Safira, kekasihnya. Hati Yogi sudah hancur, trauma dengan percintaan. Tiba-tiba terdengar teriakan Safira dari kerumunan orang-orang di bawah. "Aku mencintaimu!", teriak Safira. Tapi sayang, Yogi sudah terlebih dahulu melompat. Maka dalam percepatannya menuju dasar bumi, cahaya putih berbicara padanya. *seriusan gw cuma ngetik ulang, beneran deh*

twenty four.... angka yang istimewa.
Dunia itu tidak ada. Semua ini adalah imajinasi. Imajinasi dari keliaran otak yang semakin lama semakin aneh. Semua ini hanya kebohongan. Semua ini hanya ilusi. Apakah semua itu benar? Aku merasa hampa. Mengapa semua orang menganggap dunia itu ada? Aku juga tidak tahu mengapa aku berpikir begitu. Apakah semua orang berpikir sepertiku? Tentu tidak! Aku berbeda. Ilusi ini luas. Menyesakkan. Tanpa batas. Tapi penuh ancaman. Pasti, tapi tak mungkin. Ada, pasti sirna. Apa yang kucari disini? Mengapa aku disini? Hilanglah semua! Hilang!

gw suka banget kelipatan lima, entah kenapa. tapi cerita no 25 tuh sesuatu...
Pada suatu malam, saya pergi ke rumah kosong di komplek sebelah dengan teman saya. Dengan berani teman saya memasuki rumah itu dan teriak-teriak. "Woy! Jangan jadi pengecut kau! Keluar!" Terus saya lari. Tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari rumah itu. Rambutnya panjang menutupi mukanya. Ia memakai baju putih panjang. Dan menggunakan sepasang sepatu yang terlihat mahal. Aku bingung. Karena bisa kulihat ia membentangkan sayap sambil terbang naik ke bawah *what the f**k?!* Aku refleks kabur sekencang mungkin. Ternyata itu mimpi.

cerita nomor 26!!!!
Panas sekali waktu itu! Tapi tidak ada api! Darimana panas ini berasal? Saya tidak tahu. Tetapi saya tidak merasa gerah. Karena ada AC di sebelah ku. Karena kau adalah malaikatku. Namun sayang aku tidak mengenalmu. Lalu siapa yang dulu selalu ada di samping ku? Mungkin, hanya Tuhan yang tahu. Apa hanya aku yang berada di sekitar ku?

3 pangkat 3 coy
Aku hanya bisa terdiam saat matanya menatapku tajam. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarku. Siapa yang mengetuk pintu ku tengah malam? Aku bertanya-tanya. Aku pun berjalan ke depan dan membuka pintu. Ruangan itu gelap, tak ada yang aku bisa lihat. Maka dari itu aku coba menyalakan lampu. Namun ketika aku menyalakan lampu, aku melihat sesosok monster *yup, kerjaannya Ivan*. Monster itu seperti yang sering ku lihat dalam mimpi ku. "Ayah? Apakah itu engkau? Kok muka ayah seperti monster ya?" Sosok itu diam tak bergeming. Dan seketika badai datang, badai yang menenggelamkan seluruh kota. Aku pun mati bersama monster itu.

pam pam pam.... 28... pam pam pam...
Suatu hari, kami duduk berdua. Ayu, teman sebayaku, hanya duduk termenung melihat kotak miliknya. Mata sayu miliknya tak berpindah dari kotak pemberian neneknya. Dia terlihat ingin mengeluarkan tangisan dari matanya. Tak sanggup menahan perasaannya, dia lempar kotak itu. Tiba-tiba dari kotak tersebut keluar sebuah ular besar yang berbisa. Ular tersebut ular jenis langka yang berasal dari Jawa. Aku pun ingin menangkapnya. Aku tahu dari buku biologi bimbel X, ular ini berharga miliaran dolar. Akupun memegang ekornya, tapi aku tergigit oleh ular yang berbisa. Setelah itu aku salah tingkah dan langsung panik mencari obatnya. Akupun menjadi sangat lemah dan akhirnya hilang dari dunia.

hampir terakhir bro. di no dua puluh sembilan
Pagi itu aku masih tertidur di kamarku. Kudengar teriakan ibu yang sedang memarahi adikku. Ku tarik selimutku agar teriakan itu tidak mengangguku. Teriakan yang membosankan. Bosannya memakan dunia, memburamkan semangatku. Aku segera bangun dan membungkam suara itu dengan pukulan. Aku merasa dikendalikan oleh setan yang tega memukul ibuku. Aku hilang kendali. Tiba-tiba ada yang menepukku dari belakang! Bapakku belum pergi ke kantor! Mati aku. Akhirnya aku bangun dari tempat tidur dan mengurungkan niatku untuk bolos sekolah. *bingung? sama.*

thirty!!!!!! wooooo!!!! Thirty!!!!
Pada suatu hari di sebuah desa, lahir seorang bayi. Semua warga desa kaget dengan kelahiran bayi tersebut. Tampaknya bayi tersebut lahir abnormal, matanya hanya satu, lubang hidungnya pun hanya satu. Dan tidak ada orang tua yang mau mengakuinya sebagai anak. Tiba-tiba datang petir menyambar ke arah rumah bayi tersebut. Petir tersebut membakar habis rumah kayu itu. Ajaibnya bayi itu berubah menjadi naga yang besar. Naga itu mengamuk. Amukannya menghancurkan sisi barat desa itu. Namun, tiba-tiba bel kelas berbunyi. Dan ternyata aku tertidur selama pelajaran kimia. Aku pun bangun karena dibangunkan oleh Bu Nana yang sedang menagih tugas. Betapa sialnya aku, padahal di mimpi itu aku menjadi ksatria yang harus membunuh naga itu. *dari awal udah tulisannya Ivan, jadi harap maklum*

harusnya sih ada 31 cerita, tapi kertasnya haekal ilang. alhasil cuma ada 30 cerita yang merusak otak ini. jadi kesimpulannya adalah:
1. sebagian besar teman gw kalo nulis cerita pasti ceritanya galau.
2. sebagian besar teman gw ga bisa ngelanjutin cerita orang dengan waras.
3. Ivan selalu ngerusak cerita. kalo lo baca cerita2 di atas, dan ceritanya tiba2 jadi aneh, pasti Ivan yang ngelanjutin.
4. Yogi ama Safira gaada apa2 *kayaknya*.
5. Semua cerita diatas hanya fiktif belaka. Kalau ada kesamaan nama atau kejadian *yang gw rasa ga mungkin* harap maklum.

nulis ceritanya udah selesai. jadi sekarang saatnya beristirahat. sampai jumpa di postingan lainnya. see you later!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...