Skip to main content

mengarungi bulan januari dengan berbagai kebodohan.....

hello all, gw mau nyeritain tentang kjadian2 aneh,lucu,kocak,jayus yang dialami oleh orang2 konyol bin sakit bin ajaib kayak gw dan temen2 gw. barusan aja (bener2 barusan lho liat aja tweet gw,abi dan rio tentang keanehan yang terjadi), gw beserta abi dan rio makan2 (tepatnya gw ditraktir sama abi dan rio) di WTC (bukan WTC yang abis di tabrak sama pesawat pas 9/11 tapi Warung Tenda Ciganjur) dalam rangka iseng2 berhadiah. ceritanya setelah kita sampai di lokasi, kita langsung duduk dan melihat2 menu (disinilah keanehan mulai terjadi). keanehan pertama, pas gw liat menu gw tertarik dengan menu martabak dan yang bikin hal ini aneh adalah tulisan di pojok kanan atas (jadi inget pas pemilu, contreng yang pojok kanan atas..!!! kenangan yang ga harus di kenang..) ada tulisan "Martabak tanpa fermentasi!!!", sadar dimana anehnya? karna setau gw martabak mana ada yang pake fermentasi, yang di fermentasiin tuh cuman kecap,tape,wine dan roti. oke lah itu masih belom terlalu aneh. kedua dan yang paling aneh 'sedunia' (kalo kalian brtanya2 kenapa sedunianya gw kasih tanda petik, mending gak usah dipikirin), setelah mlihat2 menu akhirnya diputuskan kalo rio psen tongseng ayam dan nasi goreng kampung, abi pesen rib eye steak dan otto bento, gw pesn iga bakar. dan disini keanehan mulai terjadi, first, gak ada pelayang yg nyamperin kita jadi terpaksa kita sendiri yang nyamerin stan makanannya (kalo gak ngerti sistem makan di WTC sama kayak makan di tmpat2 sebangsa c'tu,taman kuliner,pokoknya tempat2 dimana banyak stan2 makanan berkumpul). lalu, kita sampe di stan tempat kita beli makanan, kita menyebutkan pesanan kita, dan abangnya bilang "dek, rib eye nya abis" dan gw tanya balik "kalo iga bakarnya?" (sebenernya gw goblok juga, udah tau orangnya bilang rib eye abis HARUSNYA iga bakar juga dah abis dong) dan abangnya menjawab "kalo iga bakarnya masih ada" WTF!?!?!?!?! sejak kapan rib eye dan iga beda????? penuh tanda tanya tuh orang. ok lah kita ampuni ke (ehem) bodohan orang itu. dan yang ke3, ketika sang tongsng dateng rio tersentak (ea bahasanya) kaget bukan kepalang, kerena eh karena tongsengnya datang bersama nasi putih. kemanakah nasi gorengnya pergi? (kalah di pd2 ama sekutu, eh itu mah nazi) ternyata kurang dari 5 mnit sang abang kembali membawakan nasi gorengnya. knapa aneh? karena eh karena di mnu sasma sekali gak dibilang kalo itu nasi tongseng, yang tertulis cuman "TONGSENG DAGING SAPI/AYAM", tidak ada kata NASI (apalagi NAZI) di daftar menu itu (mengerikan!!!). yah sudahlah, akhirnya kita makan dengan trus membayangkan masa depan WTC, mungkin gak di tabrak pesawat lagi coz itu dah gak mungkin, jadi mungkin nanti ada teroris yang kehabisan ide tempat mana yang bakal di bom (selain jw marriot) akhirnya pilihannya ditunjukkak kepada WTC untuk menjadi sasaran selanjutnya. saking bagusnya hayalan gw tentang restoran makan pinggir jalan (ya iyalah pinggir jalan, masa' mau di tengah2) yang bakal di bom ama teroris2 temennya nurdin M 150 bisa, mungkin bakal menarik pihak sineas hollywood untuk membuat film berjudul "ABSURB MEMORY" yang mnceritakan seorang anak remaja yang memiliki daya imajinasi terlampau tinggi karna terlalu banya mnonton serial CSI: power ranger (pada bingungkan, sama dong).

sbenernya terlalu banyak kejadian konyol terjadi di bulan januari dari mulai suka duka foto bt di UI dan di studio alam TVRI sampe kesabaran gw mendownload film TRON : Legacy berukuran 1,4 gb dengan speed yang kalo di jerman cuman di bilang telkom net instan lagi lemot dan dc2 (kebayang ga? telkom net instan yang lemot bgt, lagi lemot yang artinya lebih lemot dari biasanya, pake dc2 lagi). tapi gw tetep seneng gw bisa mengarungi samudra kehidupan gw di bulan januari ini dengan selamat dan sehat tak kurang suatu apapun. semoga di bulan dimana gw dilahirkan, februari, yang akan datang bakal menjadi bulan yg lebih seru dari skarang. (kalo ada yang bertanya kenapa gw ngupdate status tentang akhir januari dan awal februari di tanggal 29 januari bukan di tgl 31 januari karna gw takut lupa ol buat ngepost di sini. I love you my friends, family, dan para pembaca setia blog gw yang gak jelas ini. see you later...

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...