Skip to main content

sibuk belajar, refreshing dan makan... dan satu minggu tanpa akhir

hello anyone... ini postingan pertama gw di kelas 9. sorry buat orang2 yang suka baca blog gw, sorry buat temen2 yang hobi dengerin jayusan gw, sorry juga buat semua orang yang doyan merhatiin curhatan gw (walaupun gak penting). hari ini gw pengen nyeritain kehidupan gila g di kelas 9 berikut aktivitas2 yang di luar akal sehat. kelas gw terdiri dari 30 orang2 yang super duper ultra aneh2. dari mulai yang hobi main bola sampe keringetnya sampe kayak abis mandi pake baju. ada yang doyan bgt cerita dan ngobrol sama temen2 se-genk nya sampe mulutnya berbusa. ada yang diem aja kayak batu. ada yang standby di depan laptop (termasuk gw, kalo lagi bawa laptop.), dan ada yang eksis nya setengah mampus (mungkin motto nya "Eksis sampe mati"). after all, tetep semua itu temen2 gw yang sangat sangat sangat gw cintai. ribet kalo harus di jelasin 1 per 1, karna buat jelasin 1 orang tuh butuh satu paragraf sendiri.

yang jelas sih skarang gw lagi sibuk belajar, jadi kalo ada yang bilang gw gak pernah belajar itu fitnah. gw harus mempersiapkan buat uan, uas, up, dan u-u yang lainnya. stelah 6 hari seminggu gw belajar, hari minggu adalah satu2nya hari yang tersisa buat refreshing, tapi gw lebih memilih untuk tidur dari pada main2 gak jelas. selain buat mengistirahat kan badan dan tubuh gw dari pola tidur tidak sehat yang terus2an, juga buat mengumpulkan tenaga buat hari senen. terkadang ketika gw bangun gw baru sadar kalo hari ini tuh dah senen lagi...

entah mengapa akhir2 ini nafsu makan gw agak berlebih (kebayang gak lo orang kayak gw yang susah kenyangnya tiba2 nafsu makan nya bertambah, NERAKA!!!!!). gw tuh pengennya makan apa aja yang ada di depan mata gw. laper mata yang turun ke laper perut lah jadinya. makanya akhir2 ini duit gw serasa kurang cukup untuk memenuhi nafsu makan gw. padahal gw itu harus benar benar BERHEMAT buat masa depan gw (ea...).

sekarang gw mau nyeritain seminggu tanpa akhir gw yang baru selese tadi jam 12 siang. seperti biasa gw sekolah dari mulai senin sampe sabtu buat pm. dan hari ini gw baru ikut aja komat, bukan komat yang pake bahasa arab (jayusan nya rio), tapi kompetisi matematika. entah mengapa, stelah mengikuti komat tadi pagi gw jadi merasa mubazir dengan uang pendaftaran yang gw bayarkan. dari 30 soal gw gak bisa jawab 3, dan ngasal 7. gak usah di bahas lagi lah, gw gak mau ngerusak prestasi semabel...

ok lah kalo bgitu, sekian cerita tentang uneq2 gw hari ini. mudah2an besok gw sempet ol dan mosting lagi di sini tentang perasaan gw ke seseorang... see you later and good bye...

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...