Skip to main content

hari libur=hari bangun siang

hello everybody. selamat datang kembali ke blog yg gak niat ini. udah 2 minggu gw gak mosting di sini. masih inget postingan gw terakhir, yg tentang mengubah hidup gw. hanya sedikit yg berhasil gw lakukan. buat push up gw cuman ngelakuinnya selama 2 hari. abis itu? back to nature. ngurangin dosis laptop0 sih berhasil. tapi gak terlalu ngaruh. dan lain2 yg gw langgar. ok. back to the topic. sesuai judul. apa yg gw lakukan pas liburan ini sangat sangat sangat klop bgt ama judul di atas. bayangin aja. tidur jam 3 pagi. bangun2 udah jam 1 siang. keren kan? hehehe. mungkin kalo gw tidur jam 3 pagi trus bangunnya jam 7 malem berarti gw berhasil jadi kalong. mungkin pas gw gede nanti gw bakalan gantiin batman. dan gw menjadi kalongman. bukan kolorman ya. kalongman.

oh, udah telat sih, tapi gak papa lah. yg penting gw pengen ngucapin april mop, dan hari raya paskah bagi yg merayakan. pasti semua disini udah denger beritanya gayus. blom pernah denger gayus? pasti gak punya tivi di rumah. wong yg gak punya tivi di rumah aja tau gayus itu siapa. inget ya, gayus, bukan gayung atapun jayus. gayung itu alat yg kita gunakan buat ngambil air, kalo jayus itu gw, kalo gayus itu pns yg punya rekening 28m. kaya bgt kan? emang, makanya heboh. tapi itu bukan masalah kita. toh sekarang kan saatnya liburan. walaupun hari senen besok yg smp masuk (yaah...) tapi yg sd libur (yee...). berhubgung temen2 gw bukan cuman dari kalangan anak smp tapi juga dari kalangan anak sd. bahkan yg udah tua2 pun juga jadi temen gw. (di fb)

udahan dulu ya. inetnya agak2 tidak terlalu mendukung nih. ya udah. see yopu later and bye2

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...