Skip to main content

setelah sekian lama

kayaknya bener deh kata orang2 kalo gw tuh bikin blognya gak niat. udah hampir 1 semester gw gak pernah buka blog gw. maklum, fokus ma plajaran dan keasikan main game. hehehehhe. ok, sekarang gw pengen cerita tentang uh 3. sekarang nih gw dah klas 8. gak penting juga sih gw cerita gw dah kelas 8 coz itu gak penting buat di ceritain. ok, back to the problem. jadi sekarang nih udah hari ke 3 uh 3. dan besok itu hari keempat. dan besok materi yg di ujikan adalah TIK,agama dan PKN. untuk TIK mah cukup mudah berhubung hampir tiap hari make komputer. untuk agama juga terbilang mudah, yg bikin nilai gw jelek tuh bukan karna gw gak bisa jawab soalnya, tapi karna gw buletin LJK nya kurang tebel. nah yhg terakhir ini yg gak seru. PKN!!!! ya PKN, salah satu mata pelajaran yang masih bisa di bilang kerabat dekat IPS yang sama susahnya. dan materi nya adalah. jeng jeng jeng..... Konstitusi-konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia. dari mulai merdeka sampe sekarang. ok, di situ nya masih gampang. tapi setelah masuk ke "menu utama"nya baru berasa susahnya. oh ya. satu hal yg belom gw ceritain ke lo, kalo gw abis dari singapore untuk student exchange dengan sekolah QSS, Queensway Sec. School. sebenernya sih udah dari 1 bulan yg lalu gw balik dari sana. berhubung gw belom wsempet update blog gw ,ya jadi gw bari cerita sekarang. oh ya. buat yg belom punya FB gw add ya. di ary.ramadhan@yahoo.co.uk, itu juga termasuk twitter,plurk,hi5, dan FS. pasti setelah gw bilang ini semuanya langsung bilang "emang fs masih jaman?'. ok, disini bakal gw lurusin. fs gw tuh udah ada dari tahun jebot. disini gw hanya mau ngasih tau aja. ya ok. sampe disini dulu perjumpaan kita. moga2 besok gw sempet ol dan inget kalo gw punya blog jadi bisa update blog gw. so, see you next time.....

Comments

Popular posts from this blog

Menemukan Jati Diri di Tengah Keramaian

 Aku kehilangan renjanaku. Menurut KBBI, renjana berarti rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya), sering digunakan sebagai padanan kata bahasa Inggris "passion" atau semangat mendalam terhadap sesuatu. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta raƱjana, yang berarti menyenangkan atau gembira, namun maknanya di Indonesia lebih condong pada gejolak perasaan kuat, terutama cinta dan rindu. (Balai Bahasa Jawa Barat, 2021) Aku berusaha menelaah sejak kapan dia hilang. Mungkin ku jatuhkan di suatu tempat. Mungkin ku gadaikan demi sejumlah uang. Mungkin ku buang karena aku jengah. Mungkin ku lupakan karena terlena. Tapi satu hal yang pasti, aku tak lagi punya renjana... Aku ingat masa-masa ketika aku membicarakannya sebagai mantra harian ku. Semua teman ku tahu itu. Tidak ada satu hari pun aku terdiam tidak membicarakannya walau hanya dalam satu kalimat. Well... It never ends with one sentence. Aku terus meracau tentang bagaimana setiap aksi ku membangun fondas...

Mencintaimu seperti Rintik Hujan

It's been so long since I wrote a poem without a dark, nihilist-tone. So today I'm gonna try to write a poem with a more romantic, hopeful, and happy tone. Please enjoy... Mencintaimu seperti Rintik Hujan Gempita hari ku kembali berwarna setelah lama abu-abu Hembusan angin malam di kala itu menyibak segala yang palsu Akan kah ku temukan kepingan itu lagi bersama mu? Nestapa ku begitu dalam begitu pilu Itikaf mu begitu lama begitu sendu Yuwana kita bertatap dan bertanya dalam satu Teman yang bijak menguatkan mu sebelumnya Ikuti setiap jejak langkah mu dengan berani dan luhur budinya Aku menyambut hangat mereka yang menjadi teduh ketika kamu berdoa Renjana ku merekah, yakin meriah, kembali membawa asa Andai ini semua selalu ada   Walau terpisah kan 36 purnama yang menjaraki Ini janji yang aku buat untuk mu nanti Belah hati ku untuk kamu dan mereka yang kamu cintai Irama langkah ku samakan agar aku dapat mengiringi Seperti rintik hujan di penghujung musim semi Oasis ku membekali m...

Aku Membaca Makna

Hari ini terasa panjang, lebih panjang dari biasanya. Ku berangkat kerja seperti biasa, tapi perjalanannya lebih lama dari biasa. Ku lakukan rutinitas ku selayaknya namun terasa lebih lama dari biasa. Setiap menit yang berlalu, ku rasakan 60 detik lebih lama dari biasanya. Kemudian ku bertanya, aku sedang apa... Terdengar aneh, namun hari ini ku putuskan untuk membaca Al-Qur'an. Bukan untuk sekadar menunaikan kewajiban membaca ketika beribadah. Juga bukan untuk rutinitas pagi kantor ku yang bernuansa Islami. Hanya untuk membaca, mengisi kekosongan di sela-sela waktu yang terasa lebih lama dari biasanya. Aku terngiang satu surat yang dulu sempat ku hapal untuk ujian praktek ketika SD. Ku buka lembar demi lembar mencari di mana surat itu berada. Dan ketika ku menemukannya, aku membacanya dengan hati-hati. Aku mencari alasan ku mencari surat ini. Bismillahirrahmanirrahim In the Name of Allah—the Most Compassionate, Most Merciful Aku menarik nafas, lebih panjang dari biasanya. Aku ingi...